Jumlah guru sekolah dasar
atau SD di Kota Palembang, terbilang minim. Ibu kota Provinsi Sumatera
Selatan tersebut masih kekurangan 1.009 guru SD. Untuk itu, pemerintah
daerah mengusulkan pengangkatan guru baru ke pemerintah pusat.
"Palembang masih kekurangan banyak guru SD, sedangkan guru SMP dan SMA sudah cukup," ucap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Palembang, Ahmad Zulinto di Palembang, seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/2/2016).
"Palembang masih kekurangan banyak guru SD, sedangkan guru SMP dan SMA sudah cukup," ucap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Palembang, Ahmad Zulinto di Palembang, seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/2/2016).
Baca Juga
- Heboh Pernikahan Sejenis di Padang, 6 Bulan Pembuktian Status
- Pernikahan Sejenis di Padang, Ini Kesaksian Tetangga Mempelai
- Kamis Ini Orang Luar Dilarang Masuk Kawasan Baduy Dalam
Ahmad mengungkapkan jumlah guru SMP di Kota Palembang cukup dan ada
beberapa bidang studi yang lebih. Begitu pula guru SMA ada beberapa yang
lebih, tapi kalau guru SD masih kekurangan.
"Sedangkan, untuk guru SMK pihaknya kekurangan guru yang produktif, karena sudah pensiun dan mereka tetap dipakai. Sebab, hingga kini belum ada guru pengganti," ucap dia.
Untuk mengatasi kekurangan guru SD tersebut, pemerintah harus mengangkat tenaga guru. Sebab, imbuh Ahmad, jumlah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terbatas dan tidak akan mampu membayar para guru honorer jika honor mereka terus bertambah.
Ia menuturkan, sudah 3 tahun terakhir ini, pihaknya mengusulkan penambahan guru SD tersebut. Namun, kuota belum terpenuhi karena kriteria guru di Palembang harus mengantongi ijazah Strata-1.
"Jasa-jasa honorer sangat dibutuhkan. Palembang kurang guru pemerintah pusat harusnya verifikasi langsung ke daerah-daerah, berapa betul kebutuhan guru dan harus dipenuhi. Kita harus tahu kebijakan itu dibuat untuk apa, kalau kekurangan guru kita harus lakukan kebijakan-kebijakan, revisi aturan dan sebagainya," kata Ahmad.
Sementara untuk kesejahteraan guru, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) telah mengajukan Upah Minimum Guru Rp 1 juta per bulan. Namun, sampai sekarang tidak ada realisasinya. Adapun jumlah guru di Kota Palembang sekarang ini tercatat sekitar 12.000 orang untuk guru SD, SMP dan SMA/SMK.
"Sedangkan, untuk guru SMK pihaknya kekurangan guru yang produktif, karena sudah pensiun dan mereka tetap dipakai. Sebab, hingga kini belum ada guru pengganti," ucap dia.
Untuk mengatasi kekurangan guru SD tersebut, pemerintah harus mengangkat tenaga guru. Sebab, imbuh Ahmad, jumlah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terbatas dan tidak akan mampu membayar para guru honorer jika honor mereka terus bertambah.
Ia menuturkan, sudah 3 tahun terakhir ini, pihaknya mengusulkan penambahan guru SD tersebut. Namun, kuota belum terpenuhi karena kriteria guru di Palembang harus mengantongi ijazah Strata-1.
"Jasa-jasa honorer sangat dibutuhkan. Palembang kurang guru pemerintah pusat harusnya verifikasi langsung ke daerah-daerah, berapa betul kebutuhan guru dan harus dipenuhi. Kita harus tahu kebijakan itu dibuat untuk apa, kalau kekurangan guru kita harus lakukan kebijakan-kebijakan, revisi aturan dan sebagainya," kata Ahmad.
Sementara untuk kesejahteraan guru, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) telah mengajukan Upah Minimum Guru Rp 1 juta per bulan. Namun, sampai sekarang tidak ada realisasinya. Adapun jumlah guru di Kota Palembang sekarang ini tercatat sekitar 12.000 orang untuk guru SD, SMP dan SMA/SMK.
0 Response to "Dicari 1.000 Lebih Guru SD untuk Palembang, Berminat?"
Posting Komentar